Kenali 7 Teknik Komunikasi Persuasif ini

Teknik Komunikasi Persuasif adalah kumpulan strategi dan metode yang digunakan dalam berkomunikasi dengan tujuan untuk mempengaruhi, meyakinkan, atau menggerakkan orang lain agar menerima pandangan, pendapat, atau tindakan yang diinginkan. Tujuan utama dari teknik komunikasi persuasif adalah untuk mempengaruhi sikap, keyakinan, dan perilaku audiens.

Sobat humas, kali ini kami akan membahas tentang teknik komunikasi persuasif. Semoga ini dapat menambah pengetahuan kita di bidang kehumasan. Komunikasi persuasif digunakan untuk membujuk pendengar agar melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan pembicara.

Teknik ini sering digunakan dalam konteks komunikasi politik, pemasaran, dan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan buku “Strategi Branding: Teori dan Perspektif Komunikasi dalam Bisnis” (2020) oleh Bambang D. Prasetyo dan Nufian S. Febriani, Erwin P. Betinghaus mendefinisikan komunikasi persuasif sebagai komunikasi yang bertujuan untuk mengubah konsep, ide, gagasan, perilaku, dan hubungan antara pembicara dan pendengar agar perilaku dan pandangan pendengar dapat terpengaruh.

Baca juga : Fikomm Berbagi Ilmu, Cara Berbagi Akademisi di Masa Pandemi

Berikut ini adalah 7 teknik komunikasi persuasif yang perlu kita kenali:

  1. Pertama, Disonansi, yaitu perasaan tidak nyaman secara kognitif ketika memiliki pendapat yang berbeda dengan keyakinan orang lain.
  2. Kedua, Asosiasi, yaitu teknik penyajian dengan mengikuti topik yang sedang ramai diperbincangkan oleh khalayak luas.
  3. Ketiga, Integrasi/Empati, yaitu menggabungkan atau menggambarkan diri sendiri sesuai dengan kondisi pendengar (merasa serupa).
  4. Keempat, Memberikan Imbalan, yaitu kegiatan yang bertujuan mempengaruhi pendengar dengan memberikan janji manfaat, kegembiraan, kesenangan, atau harapan.
  5. Kelima, Pembangkitan Rasa Takut, yaitu teknik persuasif dengan cara menakut-nakuti. Salah satunya adalah dengan memberikan gambaran konsekuensi buruk yang mungkin terjadi.
  6. Keenam, Tataan, juga dikenal sebagai “icing,” adalah seni menyusun pesan dengan penggunaan emosi yang menarik minat pendengar.
  7. Ketujuh, Red Herring, yaitu teknik yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian pendengar dengan cerita lain. Di dalam buku atau film, teknik ini dikenal sebagai plot twist.

Semoga bermanfaat. (M. Yusuf Aunur Sabri, SH)

Leave a Comment